Jakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Koalisi Damai, dengan dukungan UNESCO Indonesia, kembali memproduksi podcast Ruang Damai. Pada episode keempat ini, Ruang Damai mengangkat tema “Melindungi Anak di Dunia Digital: Siapa yang Bertanggung Jawab?”, dengan fokus pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Penggunaan internet di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk di kalangan anak-anak. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh pengguna internet nasional berusia di bawah 18 tahun, dengan intensitas akses yang tinggi setiap harinya. Di satu sisi, ruang digital membuka peluang besar bagi proses belajar, kreativitas, dan partisipasi anak. Namun di sisi lain, risiko eksploitasi digital, penyalahgunaan data pribadi, serta paparan konten berbahaya juga semakin menguat. Kondisi ini menegaskan pentingnya kebijakan yang komprehensif untuk memastikan perlindungan anak di ranah digital.
Melalui PP TUNAS, pemerintah berupaya menghadirkan kerangka hukum yang menjadi payung utama perlindungan anak di ekosistem digital. Dalam konteks tersebut, Ruang Damai episode 4 menghadirkan Indriyatno Banyumurti, Direktur Eksekutif ICT Watch, dan Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog, dengan diskusi yang dipandu oleh NGOPI (Ngobrol Inspirasi) by Tempo.co. Diskusi ini mengulas implementasi, tantangan, serta urgensi PP TUNAS dalam menciptakan internet yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab bagi anak-anak.
ICT Watch menyoroti tingkat kerentanan anak terhadap eksploitasi digital yang masih tinggi, baik dari aspek kebijakan, praktik platform, maupun kesiapan ekosistem digital. Tantangan dalam penerapan pembatasan usia dan mekanisme verifikasi usia dinilai memerlukan penguatan regulasi yang lebih jelas serta akuntabilitas platform digital agar perlindungan anak dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan hak digital lainnya.
Sementara itu, dari perspektif psikologi perkembangan, Vera Itabiliana Hadiwidjojo menekankan bahwa tingginya intensitas penggunaan internet pada anak berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatan mental mereka. Ia menegaskan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan platform digital dalam mendampingi anak, serta perlunya pendekatan literasi digital yang tidak semata-mata membatasi risiko, tetapi juga membangun kesadaran, resiliensi, dan kemampuan anak untuk berinteraksi secara aman dan sehat di ruang digital.
Melalui diskusi ini, Ruang Damai mendorong dialog konstruktif lintas sektor untuk memastikan bahwa penerapan PP TUNAS tidak berhenti pada aspek regulatif semata, tetapi benar-benar mampu melindungi aktivitas digital anak dan mendukung kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang mereka. Podcast ini diharapkan dapat memperluas pemahaman publik sekaligus memperkuat peran media, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan ekosistem digital yang ramah anak dan berkeadilan.
Yuk, simak podcast lengkapnya melalui link berikut:
Screen Time Anak Antara Kebutuhan, Risiko, dan Perlindungan Digital | Edu Talks